58830_620

3.286 Guru SD di Bekasi Belum Miliki Ijazah S1

Rabu, 22 Januari 2014

Bekasibusiness.com – Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengungkapkan, dari 10.890 guru SD di Kota Bekasi, sebanyak 3.286 belum memiliki berstatus Sarjana Strata 1 (S1). Sedagkan sisanya sebanyak 7.604 sudah memiliki ijazah S1.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ujang Tedy Supriatna mengimbau agar guru yang belum memiliki ijazah S1 untuk melanjutkan pendidikannya ke Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)

Sebab, kata dia, ijazah S1 khususnya PGSD juga memengaruhi pencairan TPP. “Guru SD yang belum mengantongi ijazah PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) harus segera kuliah lagi,” kata Tedy kepada Bekasibusiness.com.

Dikatakannya, banyak opsi yang disiapkan supaya TPP bisa diterima hingga pensiun. Ketentuan pencairan TPP bagi guru SD itu tertuang dalam Permendikbud 62 tahun 2013 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan untuk Penataan Guru.

Menurutnya, bagi guru PNS yang mengajar di tingkat SD biasanya sudah disaring sejak rekerutmen berlangsung. “Sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke saya terkait pemutusan pencairan TPP akibat tidak sesuainya ijazah PGSD itu,” akunya.

Bagi guru yang berijazah non-PGSD tetapi sudah terlanjur mengajar di SD, diberikan sejumlah alternatif penyelesainnya, diantaranya adalah para guru SD yang tidak berijazah PGSD itu diharuskan kuliah S1 (sarjana) PGSD atau langsung kuliah S2 (magister) Pendidikan Dasar dulu.

“Syarat ini berlaku bagi guru yang masih ingin mengajar di jenjang SD.

Cara yang paling mudah ditempuh adalah mengambil S1 PGSD karena jumlah kampusnya lebih banyak dibandingkan yang membuka program S2 Pendidikan Dasar,” ujarnya lebih jauh. (Fhirlian)